Saturday, November 16, 2013

Teman Hidup

Tuhan masih memberikan kehidupan pada Pi Patel di satu-satunya sekoci yang 'selamat' pada malam itu. Ya, kapal kargo milik Jepang yang akan membawa keluarga Pi Patel bersama hewan-hewan penghuni kebun binatang ayahnya tenggelam saat mengarungi laut terdalam di Palung Mariana.

Selain mendapatkan keajaiban berupa 'kehidupan kedua', Pi Patel juga diberikan beberapa teman perjalanan untuk mengarungi fase paling dramatis dalam kehidupan kedua Pi Patel, perjuangan. Zebra adalah binatang yang pertama kali menyadarkan Pi Patel bahwa ia tidak sendirian di sekoci tersebut. Disusul oleh Orangutan yang kehilangan anaknya dan ditambah seekor Hyena yang muncul dari bawah terpal sekoci. Ceritanya lumayan panjang, Hyena pun membabat habis si Zebra dan Orangutan tersebut.



Pi Patel nyaris pasrah ketika dihadapkan dengan Hyena. Belum benar-benar pasrah, muncul lah Richard Parker dari bawah terpal yang menutupi setengah bagian sekoci. Tidak butuh hitungan menit, Richard Parker sudah mengirim Hyena pada kematian. Sampai sekarang, aku masih bingung kenapa Richard Parker tidak membabat habis si Hyena saat keduanya masih berada di bawah terpal. Jika Hyena sudah dibabat habis oleh Richard Parker sejak di bawah terpal, mungkin nasib si Zebra dan Orangutan berbeda. Tidak mati di tangan seekor Hyena, kedua binatang tersebut bisa mati di tangan Richard Parker, sama saja. Ya, ngapain dibahas kalo kaya gitu.

Sejak detik Hyena meninggalkap Pi Patel, Richard Parker adalah 'teman baru' baginya. Richard Parker adalah seekor karnivora berbentuk harimau benggala. Ayah Pi Patel, memaksakan kenyataan saat Pi Patel kecil, jika seekor harimau adalah pemangsa yang siap memangsa siapa saja. Pemaksaan ini masih membekas dalam pikiran Pi Patel, dirinya pun ketakutan buka main saat mendapati kenyataan harus hidup satu sekoci dengan Richard Parker.


Pi Patel membuat rakit kecil untuk menjauhkan dirinya dari Richard Parker, ia pun sadar harus memberikan makan dan minum kepada primadona kebun binatang ayahnya ini. Pi Patel pun berusaha memancing ikan dan menadah air hujan untuk keperluan hidup keduanya.

Bertahan 227 hari dengan seekor harimau yang akhirnya menjadi teman seperjuangan mengarungi lautan dengan banyak sekali perjumpaan dengan macam-macam penghuni bumi, Pi Patel menyadari bahwa Richard Parker adalah alasan dirinya masih hidup sampai detik ini, keharusan untuk memenuhi kebutuhan Richard Parker adalah salah satu alasan paling kuat untuk Pi Patel terus bertahan hidup. Jika seorang Pi Patel hanya sendiri di sekoci, mungkin hidup Pi Patel sudah berakhir dengan sengaja atau tidak sengaja.

Seorang teman membuat kita ketakutan, membuat kita terus berpikir, membuat kita terus bergerak dan membuat kita harus memenuhi 'kebutuhannya'. Seperti yang terjadi antara Pi Patel dan Richard Parker, itulah yang membuat aku dan kalian terus ingin hidup.

Walau akhirnya, sang teman meninggalkan kita tanpa ucapan selamat tinggal dan tanpa menoleh sedikit pun. Seperti yang terjadi antara Richard Parker dengan Pi Patel dan antara Pi Patel dengan wanitanya. Itu tidak masalah.

Dalam perjalanan kita membutuhkan teman, dari Life of Pi, salam buat teman-temanmu.

No comments:

Post a Comment