
Tapi perjalanan memberikan peran yang lain kepada kami, 4 jam belum cukup! Setelah tanjakan bertubi-tubi tadi, kali ini adalah turunan santai diselingi dengan beberapa tanjakan unyu di padang savana.
Sebagian pendaki yang serombongan menunaikan perjalanan
nyaris 6 jam, sebagaian yang lain termasuk saya, lebih memilih nyaris 7 jam.
Nemenin para pejalan santai di belakang. Mereka tidak butuh apa-apa, hanya
butuh teman tertawa saat berjalan lelah ke tenda.
Nyaris jam 8 malam, kami semua sudah berada di camp. Sebagaian sudah berada di dalam
tenda dan enggan keluar karena sudah menyelesaikan santap malamnya, sebagaian
lagi masih harus menyelesaikan kewajiban makan malam agar tubuh tetap terjaga
kesehatannya.
Kami semua istirahat di dalam
tenda, di tengah dingin, diselimuti savana, di bawah hamparan jutaan bintang di
langit Gunung Prau.
Sunrise, hanya 2 pejalan saja yang memilih untuk tinggal di dalam tenda. Dinginnya Gunung Prau pagi itu benar-benar mengalahkan keindahan matahari terbit dari sana. Hah, dari mana woiii??
Ini benar-benar salah satu matahari terbit paling indah yang
pernah kami saksikan, pancaran matahari emas dilengkapi dengan lansekap
beberapa gunung yang menjulang tepat di depan Gunung Prau benar-benar membuat
saat ini bukanlah saat yang pantas untuk dilewatkan dengan berdiam diri di
rumah.
Satu jam kami mengabadikan gambar keindahan dari Gunung
Prau, lalu kembali untuk mengisi cerah pagi di camp tenda tempat kami menginap semalam.
Lain kali, kita harus ke sini lagi.
yah sudah lama gak di update lagi nih blognya yang ini. hehe
ReplyDeletemelipir ke blog barunya aja deh disini http://info-backpacker.com/ :D
Mlipir dulu kemari ah.... tiap liat orang nenda jadi gatel pengen angkat carrier
ReplyDeletezinc roof will definitely hel pyou out
ReplyDelete