Menjadi purba di tempat sang purba.
Tiba sudah kami di Loh Buaya, “Welcome To Komodo National Park” gambar tulisan di sebelah kanan pintu masuk Loh Buaya, dan di sebelah kiri terdapat gambar yang mengisyaratkan dilarang: Menyalakan api (sembarangan), menembak, menebang pohon dan melempar jangkar (sembarangan). Cukup menyenangkan melihat isyarat-isyarat tersebut di depan pintu masuk TN Komodo di Loh Buaya. Belum habis senangku, ada lagi papan ucapan terima kasih “Terima Kasih Anda Tidak Memberikan Makan/Minum ke Satwa Liar di Kawasan Ini” dan peringatan “Api Kecil Jadi Kawan, Api Besar Jadi Lawan”, semoga orang-orang yang datang kesini dapat memahami ucapan-ucapan tadi. Amin..
Wednesday, August 22, 2012
East Borneo Trip 2
Lanjutan dari yang pertama.
Hari keempat dari sembilan hari perjalananku dengan Deny dan Fitty di Kalimantan Timur. Sampai saat ini aku masih merasa heran kenapa memilih hari Sabtu itu sebagai hari hopping islands kami, terlebih hari itu hujan sudah turun lebat sedari subuh, langit terus mendung menemani kami hingga sore hari. Menempuh jarak hampir 1 jam dari pulau Derawan menuju pulau Kakaban, dilanjutkan dengan bersnorkeling di danau purba Kakaban bersama Jellyfish, kemudian mencoba melihat bawah laut di sekitar pulau Kakaban, membuat hari mendung ini benar-benar terbayarkan.
*dalam perjalananku pada bulan Maret 2012
Tuesday, July 24, 2012
Kebaikan Warga Mui Ne
Sepakat, kita akan memasak dalam beberapa hari ini di rumah !
Bersepeda ke Red Sand Dune hari itu benar-benar melelahkan, ditambah lagi menjelang sore aku menelusuri Fairy Stream sampai terbenam sang fajar. Aku, Nando dan Nuky sepakat untuk pergi ke pasar tradisional yang berjarak 15 menit dengan sepeda dari rumah Muhranoff (Russian yang aku menumpang di rumahnya), untuk membeli coffee maker beserta coffee-nya, mie instan, dan beras untuk bahan hidup di rumah, oiya aku ingat hari itu harus membeli obeng untuk membongkar kamera digitalku yang rusak kemasukan pasir Red Sand Dune.
Obeng dan coffee maker beserta coffee-nya sudah terbeli, kami berpindah sedikit ke toko sembako, dengan mengandalkan bahasa tarzan, terhitung mudah untuk membeli beberapa mie instan dan telur karena memang terlihat di mata kami dengan beberapa bantuan isyarat, namun tidak dengan beras, walau sudah menggunakan banyak isyarat penjual dan pembeli tak kunjung menemui titik temu, aku pun lupa menyimpan gambar beras atau nasi di handphone-ku.
Bersepeda ke Red Sand Dune hari itu benar-benar melelahkan, ditambah lagi menjelang sore aku menelusuri Fairy Stream sampai terbenam sang fajar. Aku, Nando dan Nuky sepakat untuk pergi ke pasar tradisional yang berjarak 15 menit dengan sepeda dari rumah Muhranoff (Russian yang aku menumpang di rumahnya), untuk membeli coffee maker beserta coffee-nya, mie instan, dan beras untuk bahan hidup di rumah, oiya aku ingat hari itu harus membeli obeng untuk membongkar kamera digitalku yang rusak kemasukan pasir Red Sand Dune.
![]() |
| *Traditional Market at Mui Ne, Vietnam. |
Tuesday, July 10, 2012
8 Jam di Laut Flores
Timur Indonesia !!! aku datang !!!
Hari ini aku dan 2 orang kawan akan melanjutkan perjalanan menuju pulau Flores di Nusa Tenggara Timur, sempat kami bermalam di Labuan Sape (pulau Sumbawa) demi kepastian kami akan berangkat hari ini menaiki ferry yang cuma ada satu pemberangkatan di tiap harinya.
Pemilik rumah makan tempat kami menginap sudah mewanti-wanti supaya kami bangun pagi dan masuk kapal ketika matahari baru saja terbit, dengan sedikit masalah karena nama kami tidak ada di list penumpang penerima tiket ferry (yang sudah aku beli dari Lombok), tapi dengan bantuan bapak pemilik rumah makan, akhirnya kami dapat segera naik ke ferry menggunakan tiket anak-anak, waktu itu aku sudah tidak peduli kenapa harus pakai tiket anak-anak.
Seperti biasa, kelas ekonomi adalah sebuah ketentuan, dari sebelah timur cahaya matahari terbit menyapa kulit-kulit kami yang sudah lama tak bermandi, matahari menegur dan seolah berkata "cuaca hari ini akan sedikit berawan".
Hari ini aku dan 2 orang kawan akan melanjutkan perjalanan menuju pulau Flores di Nusa Tenggara Timur, sempat kami bermalam di Labuan Sape (pulau Sumbawa) demi kepastian kami akan berangkat hari ini menaiki ferry yang cuma ada satu pemberangkatan di tiap harinya.
Pemilik rumah makan tempat kami menginap sudah mewanti-wanti supaya kami bangun pagi dan masuk kapal ketika matahari baru saja terbit, dengan sedikit masalah karena nama kami tidak ada di list penumpang penerima tiket ferry (yang sudah aku beli dari Lombok), tapi dengan bantuan bapak pemilik rumah makan, akhirnya kami dapat segera naik ke ferry menggunakan tiket anak-anak, waktu itu aku sudah tidak peduli kenapa harus pakai tiket anak-anak.
Seperti biasa, kelas ekonomi adalah sebuah ketentuan, dari sebelah timur cahaya matahari terbit menyapa kulit-kulit kami yang sudah lama tak bermandi, matahari menegur dan seolah berkata "cuaca hari ini akan sedikit berawan".
Friday, June 29, 2012
East Borneo Trip
Tentang tangan yang baru pertama kali membuat video.
Bagian pertama dari perjalananku di Kalimantan Timur, Indonesia. Sedikit memperlihatkan kekayaan alam pulau Kalimantan kepada khalayak ramai dari sisi jalan yang berantakan. Aku beruntung memilih jalan berantakan ini untuk menuju pulau Derawan, ternyata kekayaan alam yang dimiliki Kalimantan tidak membuat pasti megahnya sebuah pulau bernama Kalimantan. Jalanan yang rusak, hutan yang dirusak, tentang mengantri BBM, Aku mengabarkan dari Kalimantan di sisi timur.
*dalam perjalananku pada bulan Maret 2012
Friday, June 1, 2012
Bermain Dengan Jellyfish
Menjadi purba...
![]() |
| Haiiiiiiii Jelly..!!! |
Masih terletak dalam gugusan kepulauan Derawan, pulau
Kakaban berjarak hampir 1 jam dari pulau Derawan jika ditempuh menggunakan
speed boat berkapasitas 5 orang. Pulau yang termasuk destinasi wajib ketika berkunjung ke Derawan ini sesungguhnya
didominasi oleh luas danau yang tepat berada di dalamnya, disebut juga sebagai danau Kakaban, danau tersebut merupakan air laut yang terperangkap jutaan tahun lalu, ditambah dengan air tanah dan air hujan, jadilah air di danau Kakaban menjadi agak tawar.
Friday, May 4, 2012
Banyak (ber)jalan di Saigon
Malam pertama..
Pesawat landing dengan mulus di Tan Sonat Airport Saigon, jam di arah 7.30 malam waktu
setempat. Seperti biasa, tanpa bagasi dan basa-basi aku dan 2 orang kawan
berjalan cepat mencari pintu keluar, tentu saja public bus yang aku buru di
kedatanganku yang pertama kali di Vietnam. Belum berjodoh aku dan public bus
malam itu, setelah bolak-balik antara international-domestic terminal mencari
bus, sesekali berlari ke arah bus yang kukira public bus, akhirnya aku
berdiskusi dengan dua orang kawan tentang bagaimana kelanjutan malam ini, keputusannya kami
akan berjalan keluar airport dan mencari arah menuju Pham Ngu Lao St, yang
ditaksir sebagai pusat berkumpulnya kaum backpacker di Saigon.
![]() |
| Get lost ! |
Subscribe to:
Posts (Atom)





