Tuesday, April 10, 2012

More Places Please...

Saving Money, Spending Money, For Journey. Sampai hari ini...


Sudah berjalan menuju 3 tahun rutinitas ini aku jalani, aku berdoa untuk terus bisa berjalan mengunjugi tempat-tempat di belahan dunia ini. Meminjam ungkapan seorang kawan yang aku temui di perjalanan "Dimanapun terdapat orang hidup maka kita bisa hidup disana, mempelajari gaya hidup mereka, agar kita tidak sombong dengan gaya hidup kita sendiri.

*Gambar diedit dan diambil dari http://maps.nationmaster.com/country/id/1

Friday, April 6, 2012

Baby Duck Inside ?

Mengayuh pedal sepeda nyaris sudah, pandanganku ke kiri dan ke kanan, nyaris tak pernah lurus ke depan.

Matahari tepat berada di atasku sepertinya, sudah aku dapatkan warung lokal di pinggiran Angkor Wat, aku letakkan sepeda nyaris sembarangan. Kulihat “termos” yang berisi nasi namun ternyata tidak, isi termos tersebut adalah beberapa daging ikan dan ayam yang didinginkan. Jatuh semangatku, namun kembali lagi ketika aku tanya  dan ternyata mereka punya mie instan.

Aku dan 2 orang kawan tanpa banyak pikir memesan masing-masing 1 porsi mie instan oleh seorang ibu di warung itu, kami berbincang dengan seorang pemuda asli setempat untuk sekedar “membunuh” waktu menunggu mie instan siap disajikan. Moon nama pemuda tersebut, seorang driver Tuk-Tuk di sekitar Angkor Wat, dan bisa berbahasa Inggris dan Jepang. Sampailah pada percakapan, “telur apa yang di atas meja ini ??” aku bertanya, “telur bebek, mau coba ??” jawabnya cepat dan kemudian dilanjutkan dengan kalimat “baby duck inside egg...”.

Wednesday, April 4, 2012

Pak Abdulrahman

Seperti bingung akan melakukan apa, kata mereka kami harus menyewa boat untuk melihat “Si Purba”

Sedikit lewat tengah siang aku dan 2 orang kawan tiba di Kampung Rinca, menggunakan “ojek” boat yang setiap pagi datang ke Labuan Bajo dan kemudian tengah hari kembali ke kampung Rinca di pulau Rinca. Untuk membeli kebutuhan sehari-hari masyarakat kampung Rinca, atau sekedar menjadi alat transportasi antar pulau, dengan ongkos mulai dari Rp. 10.000,-  setiap hari ojek itu ada, kecuali hari Jum’at saja. Supir boat ini bukan Pak Abdulrahman, namun bang Toni.

Sekarang aku berada di dermaga kampung Rinca yang masih kokoh, dengan dikelilingi anak-anak asli kampung Rinca, aku sedang bingung akan bagaimana menuju Loh Buaya yang diyakini sebagai spot paling banyak manusia dapat melihat Komodo. Beberapa kali mengambil gambar di dermaga tersebut, sambil berharap keajaiban datang kepadaku dan kawan-kawan ini.


Monday, April 2, 2012

Juara Calo

Ketika kaki berjalan dengan cepat, lelah membawa backpack, mata lurus ke depan.

C: Mau kemana mas ??
E: Denpasar...
C: Sudah dapat tiketnya mas ??
E: Sudah...
C: Naik bis apa mas ??
E: Handoyo...
C: Seat nomor berapa mas ?? coba liat tiketnya ??
C: Sampean jawab kalo ditanya !!!

Sungguh gila !! Berkali-kali percakapan ini terjadi ketika aku dan kawan-kawan ingin melanjutkan perjalanan dari terminal Bungurasih di Surabaya menuju terminal Ubung di Denpasar. Tentu saja ini menjadi pengalaman yang tidak mengenakkan dan sekaligus sangat mahal. Aku yang telah banyak keluar-masuk terminal di daerah Indonesia ketika melakukan trip saja sangat merasa risih, apa kabar dengan kawan-kawan yang baru pertama kali melakukan trip dan mengandalkan terminal bus sebagai tempat untuk mencapai tujuan ?.

Sunday, March 18, 2012

senjakarta


Begitu tenang, tentram, tanpa lalu-lalang. Kata orang-orang beberapa gedung itu mencakar langit, aku berpikir itu gedung tak berpenghuni. Sambil satu seruput kopi dan beberapa halaman berita di koran, harus dicoba supaya tidak menjadi rutinitas pagi hari saja. Ini senja dengan segala kesingkatannya.

Jakarta yang seperti ini sangat terlihat lugu dan indah, sepertinya penghuni kota ini ramah dan tamah. Jika itu semua tidak benar, mungkin suatu saat akan menjadi benar, dan aku sangat berdoa untuk itu. Ini bukan kota tempat aku tinggal, tapi ini kota tempat aku dilahirkan dan aku punya banyak teman disini.

Semoga tetap atau akan menjadi indah seperti di gambar.

Thursday, March 15, 2012

There's a Will, There's a Journey !!!

Pada hakikatnya kita semua adalah perantau, diperintahkan Tuhan untuk menjelajahi bumi, dengan tujuan menyebarkan kebaikan. (narasi dari sebuah film terbaru)

Judul di atas selalu aku ulang-ulang pengucapannya dalam hidupku, dan kekuatan "kemauan" selalu akan menghasilkan "perjalanan", itulah yang aku yakini selama ini. Banyak orang-orang yang ingin sekali melakukan "perjalanan" tapi tidak dimulai dengan "kemauan".

Mungkin orang-orang lupa jika kekuatan "kemauan" sedikit banyak sering mereka pergunakan dalam kegiatan sehari-hari. Namun untuk melakukan "perjalanan" mereka agak kurang percaya dengan kekuatan "kemauan", seolah "kemauan" langsung jatuh tersungkur tak berdaya ketika berhadapan dengan "perjalanan". Keluar dari zona aman menuju jalan yang bernama "perjalanan", "kemauan" seakan lelah menyisir panjangnya "perjalanan".

Aku masih ingat, dahulu hanya bermimpi-mimpi bisa melakukan "perjalanan" melihat Indonesia, dan susah untuk lupa, dahulu di taman barito bersama kawan dengan tawa bermimpi bisa melihat dunia yang tidak Indonesia saja.

Red Sand Dunes, Mui Ne, Vietnam, concept/photo by: Eaz Eryanda, w/ Tripod
Yakinlah kawan, tidak terlalu membutuhkan "kemauan" yang menakutkan untuk melakukan sebuah "perjalanan" yang mengagumkan.

There's a Will, There's a Journey !!!